Walikota Tegal Akhirnya Munculkan Rincian Anggaran Cegah Covid-19

yahya, 06 Apr 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Pemerintah Kota Tegal akhirnya menyampaikan rincian anggaran percepatan penanganan covid-19 dalam Rakor DPRD Kota Tegal yang membahas perkembangan penanganan covid-19 di Kota Tegal, Senin (6/4). Rapat yang dilaksanakan di ruang komisi 1 DPRD tersebut dihadiri Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, SE.MM dan wakilnya HM. Jumadi, ST.MM serta Sekda Kota Tegal Dr. Drs. Johardi, MM beserta forkompimda. Hadir ketua DPRD Kusnendro beserta kedua wakilnya H. Ali Zaenal Abidin dan Wasmad Edi Susilo serta diikuti unsur dewan lainnya termasuk anggota Badan Anggaran DPRD Kota Tegal.

Pemerintahan Dedy Yon yang selama ini banyak disoroti terutama mengenai kebijakan "improvisasi" nya oleh kalangan anggota parlemen atau dalam idiom ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, sebagai kebijakan "Clereng" atau Ujug-ujug dan sering dikritik karena ketidak hadirannya dalam RDP, akhirnya menyelenggarakan agenda dengan nama Rapat Koordinasi DPRD Kota Tegal.

Pemerintah Kota Tegal (Eksekutif), dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kota Tegal, menyampaikan karena sudah ditemukannya kasus konfirmasi positif covid-19 sebanyak 2 orang, hal itu dikatakannya sudah bisa dikategorikan sebagai KLB atau Kejadian Luar Biasa dan menjadikan Kota Tegal Zona Merah Covid-19.

Maka dengan beberapa dasar hukum yang ada, pemerintah kota Tegal melakukan kesiap-siagaan dengan diantaranya membentuk Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 dengan menerbitkan SK Walikota No. 443/061/2020 dimana Ketua Gugus Tugas / Task Force tersebut yakni Walikota dengan melibatkan seluruh forkompimda TNI, Polri, LSM, Perguruan Tinggi, PHRI, Organisasi Profesi Kesehatan dan Kadin.

Sementara itu, dilaporkan pula perkembangan terkini kasus covid-19 di Kota Tegal per 5 April 2020 terinci yang berstatus positif terdapat 2 orang, 1 masih dirawat dan satu orang lagi meninggal dunia. Sedangkan status PDP dengan kumulatif ada 38 orang dimama 6 masih dirawat, 29 orang diizinkan pulang atau sehat dan yang meninggal 3 orang. Untuk status Orang Dalam Pemantauan (ODP)  berjumlah 154 orang yang terdiri dari 147 orang masih dalam pemantauan dan 7 orang sudah dinyatakan selesai dari pemantauan.

Untuk persoalan percepatan penanganan covid-19, sumber daya yang dimiliki pemkot Tegal diantaranya sarana dan prasarana yang terdiri dari RSUD Kardinah dengan 8 ruang isolasi, RSU Islam Harapan Anda 8 ruang isolasi serta Rumah sakit Mitra Keluarga dengan 5 ruang isolasi. Selain itu ada juga 8 Puskesmas dan satu klinik Pratama serta satu klinik Paru Masyarakat.

Sedangkan sumber daya manusia dibidang medis, terdapat 4 dokter spesialis Paru, 11 orang Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis lain serta dokter umum terdapat 210 orang. Ada juga tenaga Paramedisbsebanyak 1.083 orang beserta tenaga kesehatan lainnyabsekira 374 orang. Di Tegal terdapat pula organisasi profesi kesehatan semisal IDI, PPNI, IBI, IAKMI, HAKLI PATELKI, ISFI dan IAI. Selain itu juga pemberdayaan 1667 kader kesehatan. Keterlibatan TNI/Polri, Ormas, PMI, Pramuka serta Relawan juga dimasukan dalam SDM pada Percepatan Penanganan Covid-19.

Kebutuhan lainnya seperti alat kesehatan atau perbekalan juga terinci dalam rapat koordinasi DPRD tersebut seperti perlengkapan APD yang diantaranya Cover all, masker, sarung tangan, sepatu bot, pelindung mata, thermo gun, desinfectan chamber, Rapid test, Obat-obatan dan hand sanitizer.

Mengenai penganggaran, pemkot Tegal telah merinci kebutuhan anggaran tersebut, diantaranya peruntukan kesekretariatan, Jaring Pengaman Sosial, Obat-obatan dan APD sebesar Rp 27, 5 milyar yang rencananya berasal dari sumber sumber anggaran seperti Kas di Giro 15 milyar, realokasi kegiatan 10 milyar, biaya tak terduga 2 milyar serta diambilkan dari ASN (2800 Orang) sejumlah 500 juta rupiah.

Alhasil, mengenai penganggaran ini masih terjadi sedikit ketidak-sepahaman sehingga mengenai anggaran, pihak pemkot (eksekutif) masih perlu berkoordinasi dengan segenap pimpinan OPD. Hanya satu item yang belum bisa disepakati terutama sumber dana yang diambilkan dari kas daerah sebesar 15 milyar. Beberapa anggota DPRD seperti diantaranya anggota Badan Anggaran Hj Nur Fitriani, SE.Akt yang mengusulkan untuk tidak mengambil dari kas daerah melainkan bisa ditutup dari pos-pos anggaran yang diambilkan dari OPD-OPD yang pada gilirannya Walikota Tegal harus berkoordinasi dalam penggalangan dana dengan pimpinan OPD dilingkungan Pemkot Tegal.

" Kan kita bisa ambil anggaran kegiatan yang tidak bisa terlaksana karena situasi yang tidak memungkinkan seperti harlah Kota Tegal atau kegiatan-kegiatan lain yang tertunda atau batal pelaksanaannya, " Ujar Nur Fitriani kepada www.wartajateng.co.id usai mengikuti rakor.

Sementara itu Walikota Tegal pada awak media yang mewawancarai selesai rapat menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan OPD dan akan selesai sebelum tanggal 15 April 2020.

" Tanggal 15 harus sudah direalisasikan buat masyarakat. Yang jelas dalam waktu yang pendek ini khususnya di bulan April dan Mei, ini harus segera dibantu. Karena ini saya yakin walaupun ini persoalan ekonomi global, namun khususnya ekonomi kota Tegal ini kan sangat terpuruk. Saya berharap bisa segera membantu masyarakat, " Kata Dedy Yon sembari pergi meninggalkan gedung DPRD. (Anis Yahya)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu