Pengadaan Bis Sekolah Perlu Perhatikan Sistem Zonasi Sekolah Dan Rekayasa Lalin

yahya, 14 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Tren Bus sekolah sebetulnya sudah tidak menarik sebagaian Kabupaten/Kota. Namun di kota Tegal gaung itu perdengarkan seiring janji kampanye Wallikota Tegal semasa kampanye. Sekarang ini mereka atau masyarakat lebih berkecenderungan untuk memanfaatkan angkutan gratis bagi pelajar dengan konsep alokasi biaya  untuk angkutan gratis melalui kartu atau identitas yang sudah disepakati pihak pemilik armada angkutan dengan pihak dinas perhubungan atau pemerintahan kota.. 

Pilihan lain bisa saja meminta pihak Pemkot melalui alokasi dananya agar memberikan dukungan pro anak untuk angkutan gratis. Ataupun ada juga kebijakan dari sekolah itu sendiri yang membeli bus sekolah atau mobil sekolah untuk antar jemput anak disekolahnya, sehingga pihak orang tua tinggal dimusyawarahkan bersama tentang pembiayaan angkutan sekolah ini. 

Sebetulnya bagaimanapun juga kebijakan pro anak tentang mobil gratis sangat menarik di diskusikan di level kebijakan, seiring dengan kepekaan daerah dalam memenuhi hak-hak anak yakni setiap anak harus sekolah dan Pemerintah bisa mengupayakan dengan memfasilitasi angkutan sekolah yang ramah anak. 

Gaung mobil gratis bagi pelajar menjadi isu strategis, karena disamping Pemerintah Republik Indonesia juga memberikan dukungan keuangan yang sangat besar bagi kota/kabupaten diseluruh penjuru tanah air ini, maka sudah selayaknya ada kebijakan yang pro anak terkait bidang pendidikan.

Namun untuk saat ini dengan adanya zonasi sekolah, hal itu menjadi pertanyaan terutama bagi seorang aktifis seperti Sakharudin yang dikenal dimasyarakat kota Tegal dengan sebutan Udin Grandong. Baginya kebijakan itu cukup bagus paling tidak untuk menciptakan kota bebas anak putus sekolah.

“ Kebijakan itu juga harus mengacu pada beberapa aspek seperti saat ini dengan adanya zonasi sekolah, tentunya jarak tempuh siswa semakin pendek. Karena tempat tinggal siswa sekolah tidak jauh dari sekolah. Sehingga apakah perlu diadakannya bis sekolah,” Kata Udin pada Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu, Kamis, (14/11).

Menurut Udin, meski itu merupakan dalam kaitan realisasi visi misi walikota Tegal semasa kampanye, namun bila situasinya tidak memungkinkan bisa dialihkan pada hal lain yang sama bermanfaat untuk kepentingan anak-anak sekolah.

“ Jadi pengadaan bisa sekolah bisa saja menjadi pertanyaan apakah kebijakan itu dapat memperlancar anak-anak sekolah atau malah sebaliknya justru menghambat mereka. Sebab belum lagi adanya rekayasa lalu lintas yang tentunya hal itu akan mempengaruhi waktu tempuh anak-anak sekolah, “ Sebut Udin. Pengalihan pengadaan unit bis sekolah bisa saja digantikan dengan voucher atau pengganti pengadaan bis sekolah.

“ Jadi pengadaan Bis Sekolah perlu dikaji secara seksama dan matang,” Kata Sakharudin alias Udin Grandong mengakhiri. (Anis Yahya)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu