PAN Kota Tegal Pesimis Tercapai Visi Misi Pemkot Tegal Terkait RAPBD

yahya, 15 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Rapat paripurna DPRD Kota Tegal dalam acara penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi sehubungan dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kota Tegal Tahun Anggaran 2020 digelar Jumat, (15/11).

Fraksi PAN meski memberi apresiasi pada kepada Pemerintah Daerah kota Tegal beserta TAPD yang telah membuat Perencanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun 2020 karena bagaimanapun juga hal itu dimaksudkan semata-mata untuk tujuan memajukan Kota Tegal menjadi lebih baik dan berinovasi. Karena dengan kondisi Kota Tegal yang aman dan kondusif untuk berinvestasi, diharapkan dapat tercapai pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 5,40 % - 5,60 %.

Dalam pandangan fraksi PAN dengan stabilnya laju inflasi Kota Tegal pada kisaran 3,5 + 1 % ditahun 2020 dimana asumsi pertumbuhan ekonominya relatif sama. Fraksi PAN berharap TPAD bekerja secara maksimal untuk dapat mempertahankan laju infasi pada kisaran normal 2,0% - 4,0 %

Disebutkan dalam Rancangan APBD kota Tegal Tahun Anggaran 2020 untuk anggaran pendapatan direncanakan sebesar Rp. 1.125.925.341.000,- bila dibandingkan dengan tahun anggaran 2019 yaitu sebesar Rp. 1.081.591.230.000,- terjadi kenaikan sebesar Rp. 44.334.111.000 ,- atau 4,10 %. Melihat kenaikan rancangan pendapatan daerah  Tahun 2020 sebesar 4,10% dari  pendapatan daerah 2019 perubahan, Fraksi PAN berpendapat bahwa perencanaan pendapatan di tahun 2020 masih menjadi Target Pendapatan Yang Pesimis, dan memiliki ketergantungan  yang sangat tinggi pada dana perimbangan dibanding dengan penggalian PAD yang menurut fraksi PAN masih banyak peluang dan potensi untuk lebih digali lagi secara maksimal.

Selain Pendapatan, Fraksi PAN juga menyoroti di segi rancangan Belanja tahun 2020. Untuk perencanaan Belanja tidak Langsung tahun 2020 sebesar 37,3% dan belanja langsung sebesar 62,7%. Dari data  belanja langsung, belanja pegawai sebesar 5,7%, belanja barang/ jasa sebesar 71,2%  dan belanja modal sebesar 23,2% Fraksi PAN berpendapat bahwa perencanaan belanja tahun 2020 ini menunjukkan minimnya fokus program kegiatan belanja modal, sehingga fraksi PAN sangat TIDAK YAKIN akan pencapaian visi-misi Walikota dalam mewujudkan PEMERINTAH YANG BERDEDIKASI MENUJU KOTA TEGAL YANG BERSIH, DEMOKRATIS DISIPLIN DAN INOVASI. 

Terdapat beberapa hal yang menjadi sorotan Fraksi PAN terkait RAPBD 2020  seperti diantaranya, terkait anggaran pendidikan, fraksi PAN mendorong Pemerintah Kota Tegal untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sesuai dengan amanat  UUD 1945 pasal 31 ayat 4 dan UU Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 49 ayat 1 bahwa postur anggara pendidikan minimal adalah 20% dari anggaran pendapatan dan belanja daerah, bantuan pusat tidak boleh dihitung bagian dari 20 % dan harus dipisahkan.

Dengan anggaran pendidikan sebesar 20% diharapakan akan mengurangi pungutan-pungutan yang ada di sekolah- sekolah seperti yang terjadi selama ini. Bonus demografi akan menjadi sebuah keuntungan bagi daerah namun jika tidak bisa dimanfaatkan dengan baik akan menjadi bencana bagi daerah untuk itu pemerintah Kota Tegal perlu mengantisipasi dengan program program pendidikan yang tepat sasaran. Agar kota Tegal tidak menjadi Kota dengan Tingkat pengangguran tertinggi di Jawa Tengah

Kedua misalkan, dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesonal, akuntabel, berwibawa dan inovatif, berbasis teknologi informasi Fraksi PAN melihat bahwa Pemerintah kota Tegal tidak melakukan dengan sungguh-sungguh terlihat dari perencanaan Indek Reformasi birokrasi yang hanya menargetkan kenaikan sebesar 2,34% dari 61,56 menjadi 63,00 dan indeks persepsi Anti korupsi hanya naik 0,59% dari 3,40 menjadi 3,42 yang berarti masih rendah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesonal, akuntabel, berwibawa dan inovatif, berbasis teknologi informasi.

“ Untuk itu Fraksi PAN berharap Pemerintah Kota Tegal Bersungguh-sungguh dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesonal, akuntabel, berwibawa dan inovatif, berbasis teknologi informasi dengan menaikkan target indicator secara signifikan,” Urai Hj. Nur Fitriani, SE, Akt menyampaikan pada Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu mengulangi apa yang sudah disampaikan dalam penyampaian rapat paripurna, Jumat (15/11).

Melihat rancangan PAD kota Tegal tahun 2020 yang hanya naik 4,10% dari pendapatan 2019 P, Fraksi PAN berharap Pemerintah Kota Tegal bisa menaikan target PAD pada 2020 karena masih banyak peluang pendapatan yang belum tersentuh oleh pemkot seperti telah bermunculannya obyek obyek wisata baru di Kota Tegal seperti pulau kodok dan pantai Muara Reja.

Selain itu Kota Tegal sebagai kota BAHARI seharusnya mampu mengelola di sektor kelautan dan perikanan sebagai sumber pendapatan daerah. Dan menjamurnya PKL dikota tegal seperti di GOR Wisanggeni, jl. Kartini, alun alun tegal, alun alun tegal selatan, depan kantor DPRD Kota tegal dan masih banyak sehingga fraksi PAN berharap Kota Tegal jangan sampai mendapat Ikon baru sebagai Kota sejuta PKL.

Fraksi PAN berharap Pemerintah kota Tegal juga dapat mengambil oportuniti dari potensi PKL dengan dibuatkan sentra- sentra kuliner sebagai salah satu  destinasi wisata dan juga  jika ditata dengan baik akan memberikan  tambahan  PAD kota tegal.

FRAKIS PAN juga berharap Walikota selalu menjadi orang tua bagi OPD OPD yang dinaunginya, karena fraksi PAN melihat sekarang ini OPD seperti Anak Kehilangan Induknya. Fraksi PAN juga meminta kepada Walikota sebagai leader kota Tegal dapat  meningkatkan komunikasi antar OPD dan dapat bekerja sama koordinasi yang baik di antar OPD.

Diharapkan pula pemerintah kota Tegal dapat memberikan solusi terbaik atas adanya tumpang tindih peraturan seperti yang terjadi beberapa bulan ini yang dirasakan oleh masyarakat sehingga ada masyarakat yang merasa dirugikan seperti kasus Pasar Pagi blok A Kota Tegal.

Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat kota Tegal Pemerintah Kota Tegal diharapkan  mampu bekerjasama dengan pemerintah pusat utuk mendapatkan program program yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat contohnya program untuk penanggulangan masalah stunting dan lain lain.  Kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi dari berbagai aspek, diantaranya mengenai sampah, untuk itu Fraksi PAN berharap Pemerintah Kota Tegal serius dalam menagani masalah sampah dengan focus menyelesaikan TPA dan pengolahan sampah sebagai permasalahan yang URGENSI DI KOTA TEGAL,

Ditambahkan pula mereka mengapresiasi usaha pemerintah kota Tegal untuk menjadikan kota Tegal menjadi kota yang tidak menjadi kota mati seperti kota kota lain yang terkena dampak dari pembangunan jalan TOL dengan usaha menjadi kota central wisata seperti revitalisasi alun alun, jalan A Yani one way ( malioboro versi tegal )  dan pembuatan destinasi wisata song of the sea akan tetapi Fraksi PAN meminta pemerintah Kota Tegal agar membuat perencanaan yang matang untuk program tersebut agar tidak terjadi program yang mangkrak seperti program program pemerintah kota sebelumnya.

 
Fraksi PAN berharap struktur pembiayaan RAPBD 2020 tentang ketentuan yang dapat disampaikan. Untuk memaksimalkan pembahasan tersebut dengan membahas objek-objek pembiayaan dalam Raperda tahun anggaran 2020. Pihaknya berharap dari sekian Pandangan Umum yang disampaikan oleh semua Fraksi di DPRD Kota Tegal tidak hanya terakomodir dalam jawaban Walikota Tegal saja, akan tetapi juga dapat menjadi acuan dan terakomodir dalam anggaran tahun 2020.

Rancangan Peraturan Daerah  Kota Tegal Tentang APBD Kota Tegal Tahun Anggaran 2020 diharapkan dapat dibahas lebih lanjut ditingkat komisi komisi DPRD Kota Tegal. (Anis Yahya)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu